Saya bukanlah pendukung atau pembela Bashar Asad. Ketika ada upaya menjatuhkan pemerintahan Bashar Asad, saya coba menelusuri dengan baik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Suriah.
Jika mau jujur dan menelusuri tentang mengapa Amerika dan Israel berusaha sedemikian rupa menumbangkan pemerintahan Bashar Asad, itu karena untuk melindungi keamanan Israel, menjaga kepentingan Israel dan demi kepentingan ekonomi Amerika dan Israel dalam membangun proyek pipa minyak dan gasnya.
Suriah adalah salah satu negara yang berbatasan langsung dengan Israel. Jika Suriah sampai tidak tunduk pada Amerika dan Israel, Israel merasa terancam dengan keberadaan Suriah tersebut. Itulah mengapa mereka membentuk ISIS dengan salah satu misi utamanya adalah meruntuhkan pemerintahan Bashar Asad.
Namun demi mendapat dukungan dari kalangan Islam itu sendiri, Amerika dan Israel berusaha meyakinkan kepada kalangan Islam bahwa apa yang terjadi adalah masalah konflik antara Sunni dan Syiah. Sebuah isu yang berusaha terus didengung-dengungkan oleh musuh-musuh Islam yang tidak ingin terjadinya persatuan Islam.
Ironisnya, mereka-mereka yang mengecam ISIS dengan segala kezalimannya, diam seribu bahasa ketika Ahmad Al Shara alias Jolani yang disiapkan melalui jaringan Teroris Al Qaeda dan ISIS menjadi Presiden menggantikan Bashar Asad.
Bagaimana bisa mereka mengecam ISIS dan Al-Qaeda tapi diam seribu bahasa ketika Jolani yang ISIS dan Al-Qaeda ini menjadi pemimpin Suriah melalui aksi kudetanya ?
Padahal aksi zalim ISIS dan Al-Qaeda ini bukan hanya memecah belah umat Islam, melainkan juga mencoreng Islam itu sendiri.
Tapi ironisnya, banyak kalangan Islam tidak percaya bahwa isu Sunni dan Syiah adalah tipu daya Setan Besar Amerika dan Israel yang terus didengung-dengungkan yang menjadi suatu bentuk konspirasi yang telah disiapkan untuk mengamankan kepentingan Israel dan Amerika. Dan banyak yang telah masuk dalam tipu daya Setan Besar Amerika dan Israel ini dan karenanya menyalahkan Bashar Asad dan kemudian malah mengamini aksi biadab dan kudeta yang dijalankan Jolani melalui ISIS-nya guna meruntuhkan pemerintahan Bashar Asad.
Jika Anda menganggap Bashar Asad itu Syiah dan karenanya harus dilengserkan, lalu bagaimana ketika Jolani yang ISIS ini menjadi pemimpin Suriah ?
Dan ketika dikabarkan Suriah akan bergabung dengan Israel untuk berperang melawan Libanon, apakah Anda juga malah senang atas hal ini ?
Lalu di mana sikap Anda yang katanya Pro Palestina dan Anti Israel dengan segala kezaliman yang telah dilakukannya ???
Ah, jangan-jangan Anda memang sudah termakan propaganda mereka sedemikian rupa sehingga membenci Syiah sehingga tidak peduli lagi ketika Israel dan antek-anteknya menghancurkan dan menyerang sebuah negara hanya karena dianggapnya Syiah ?
Semoga Allah senantiasa menganugerahkan akal sehat dan hati nurani yang bersih sehingga tidak termakan propaganda dan tipu daya Setan Besar Amerika dan Israel terkutuk. Aamiin.
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Max Hendrian Sahuleka



Tidak ada komentar:
Posting Komentar