KUMPULAN ARTIKEL :

Sabtu, 04 April 2026

JANGANLAH SOK PEDULI AGAMA JIKA AGAMA DAN KEMANUSIAAN DIINJAK-INJAK


Benar kata Ayatullah Ali Khamenei bahwa Israel suka playing victim ketika mendapat tamparan keras. 

Israel menyatakan kalau Iran anti semit karena menyerang tanpa henti meski di hari paskah. Namun, sebagaimana kata Abbas Aragchi (Menteri Luar Negeri Iran), Israel lupa bahwa pada bulan Ramadhan ini mereka menyerang terlebih dahulu.

Selain playing victim, Israel ingin membuat opini yang membangkitkan kemarahan kalangan Nasrani akan serangan Iran pada hari Paskah ini dengan melupakan fakta sejarah tentang siapa yang membunuh Isa Al-Masih atau Yesus Kristus. Terlepas apakah kalangan Yahudi atau Romawi yang membunuh Isa Al-Masih, yang pasti bukanlah kalangan Islam.

Israel ingin membuat opini bahwa mereka peduli pada agama padahal sungguh mereka tidaklah peduli dengan agama dan kemanusiaan. Dilaporkan antara 7 Oktober dan 31 Desember 2023, ada 117 rumah ibadah yang dilaporkan rusak atau hancur akibat serangan Israel. Dan rumah ibadah itu terdiri bukan hanya masjid (rumah ibadah umat Islam) melainkan juga gereja (rumah ibadah umat Kristen).

Hamas menyatakan jumlah rumah ibadah yang hancur lebih banyak lagi akibat serangan Israel, yaitu 378 masjid dan tiga gereja sejak perang pecah.

Bahkan menurut Sindonews, Israel menghancurkan 611 masjid, delapan pemakaman, dan tiga gerja, serta menyebabkan kerusakan sebagian pada 214 masjid selama agresi selama setahun terhadap jalur Gaza yang terkepung mulai pada 7 Oktober 2023.

Bahkan pada Juli 2025, Israel melakukan serangan yang menghancurkan satu-satunya gereja Katolik di Jalur Gaza yang menewaskan tiga orang, termasuk pastor Paroki, dan juga sejumlah orang terluka.

Lalu, dengan semua data dan fakta di atas, masih percayakah bahwa Israel peduli pada agama dan kemudian merasa layak atas nama agama mengecam Iran yang menyerang pada Hari Paskah ???

Seandainya Iran tidak melakukan serangan pada Hari Paskah atau selama 3 hari (Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah), apakah ada jaminannya Israel tidak menyerang Iran dengan memanfaatkan momen kelengahan ini ???

INGAT, Israel bukan hanya menyerang Iran pada bulan Ramadhan (bulan Puasa), melainkan serangannya 1 - 2 hari lebih cepat dari batas waktu ancaman yang diberikan oleh Trump yaitu 10 hari sejak ancamannya itu dilontarkan pada 20 Februari 2026 (2 Ramadhan 1447 H) di mana Israel melakukan serangan pada 28 Februari 2026.

Hanya orang-orang bodoh, kafir dan munafik yang termakan propaganda dan hasutan Israel ini.

Israel bukanlah kelompok agama, melainkan kelompok anti agama, bahkan Yahudi sekali pun. Mereka adalah pengikut iblis yang ingin menjalankan agenda iblis sebagai protesnya kepada Allah yang menunjuk manusia sebagai khalifah di muka bumi ini dengan menunjukkan dirinya benar bahwa manusia suka berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi ini.

Namun yang Israel lupakan, atau mungkin berusaha menafikkannya sebagai upaya menentang Allah, bahwa "Mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya dan Allah pun membalas tipu daya (mereka). Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." [ Q.S. Ali Imran : 54 ]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ???


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,


Max Hendrian Sahuleka

  • SHARE