Akhirnya Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dalam Piala Dunia 2026 dengan skor 1 - 0 yang tercipta pada babak ke-2 perpanjangan waktu.
Ada yang menarik bagi saya untuk menilai kualitas ke-2 tim dalam final Piala Dunia 2026 ini, yaitu Spanyol dan Argentina, terutama dalam hal ini saya menyoroti Argentina.
Argentina bermain seperti tim yang tidak layak masuk dalam final. Bayangkan saja, menurut statistik, shots on target Argentina ke gawang adalah 0 dari total shot hanya 3, sementara ball possesion-nya hanya 32%. Belum lagi jumlah pelanggaran Argentina lebih banyak yaitu 24 kali dengan ganjaran 5 kartu kuning dan 1 kartu merah.
Ini sangat beda jauh dengan Spanyol yang shots on target-nya adalah 11 dari total shot-nya sebanyak 20 kali, sedangkan ball possesion-nya adalah 68%. Sedangkan jumlah pelanggaran Spanyol lebih sedikit dari Argentina yaitu hanya 21 kali dan tanpa perolehan sama sekali baik kartu merah maupun kartu kuning sehingga permainan Spanyol dapat dinilai bersih.
Namun demikian, gelar Fair Play Team diperoleh oleh Tim Belanda. Lalu bagaimana dengan gelar-gelar lainnya ?
Berikut ini adalah gelar-gelar dalam Piala Dunia 2026 :
- Golden Ball: Rodri (Spanyoll)
- Golden Boat: Kylian Mbappe (10 gol)
- Golden Glove: Unai Simon (Spanyol)
- Young Player: Pau Cubarsi (Spanyol)
- Fair Play Team: Belanda
Tak ada satupun gelar yang berhasil diraih oleh tim dan pemain Argentina. Prediksi penggemar sepakbola bahwa Lionnel Messi akan memperoleh gelar sebagai pemain terbaik dan atau top scorer (golden boot) kandas. Dan sebaliknya, ada 3 pemain Spanyol yang memperoleh gelar.
Bahkan menurut saya, Lamine Yamal berhak memperoleh gelar sebagai pemain paling berakhlak dan relijius sebagaimana tampak dalam video di bawah ini :
Darah muda sering digambarkan banyak orang sebagai mudah emosi. Namun Lamine Yamal menunjukkan dirinya sebagai orang yang tenang dan tidak emosian. Pasalnya, di tengah kericuhan yang terjadi akibat aksi pemain Argentina yang seperti tidak menerima kekalahan, Lamine Yamal malah berdoa dan bersyukur atas kemenangan yang diraih Spanyol.
Bukan hanya itu, Lamine Yamal menunjukkan kecerdasan emosinya di mana ia dengan rendah hati menghampiri Lionnel Messi dan memeluknya pasca pertandingan berakhir sebagaimana tampak pada video di bawah ini :
Seandainya pun ada gelar yang diberikan untuk Argentina, yang tentunya versi penonton dan netizen, adalah Tim Unfair Play (Tim yang Paling Tidak Fair), apalagi jika wasit yang memimpin pertandingan antara Argentina vs Mesir yang digugat oleh Mesir dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman.
Pengalaman "Gol Tangan Tuhan" Maradona bisa menjadi salah satu pengalaman mengapa Argentina layak dijuluki demikian. Apalagi dalam pertandingan final ini, salah satu pemain Argentina ada yang sengaja melakukan hands ball namun tidak mendapatkan kartu kuning sehingga menjadi pertanyaan besar buat wasit yang memimpin pertandingan ini dengan adanya beberapa keputusan yang juga layak dipertanyakan, termasuk dianulirnya 2 gol Spanyol dan pemberian hadiah tendangan sudut untuk Argentina di mana tidak ada bola yang menyentuh pemain Spanyol sehingga keluar lapangan.
Dan tentang sengaja melakukan hands ball demi mendapatkan bola ini juga pernah dilakukan oleh Lionnel Messi dan tanpa diganjar kartu kuning sebagaimana tampak pada video di bawah ini :
Selain itu, Gonzalo Montiel (pemain Argentina) juga pernah melakukan hands ball di kotak pinalti saat melawan Perancis namun wasit tidak memberikan hadiah pinalti untuk Perancis sebagaimana yang dapat kita lihat dalam video di bawah ini :
Dan masih banyak lagi catatan-catatan yang menunjukkan ketidakfairan Tim Argentina dan tampak keberpihakan wasit terhadap Tim Argentina yang dapat Anda lihat di YouTube dan menjadi perbincangan.
Dan ketidakfairan Argentina dalam Piala Dunia 2026 ini juga terlihat dari aksi baku hantamnya pasca peluit panjang yang juga menunjukkan ketidakmenerimaannya kalah dari Spantol sebagaimana tampak dalam video di bawah ini :
Dan akibat dari aksi kasar yang dilakukan oleh Leandro Paredes pas peluit panjang mengakhiri pertandingan maka ia diganjar kartu merah. Dan ini mungkin kartu merah pertama dalam sejarah sepakbola yang diluncurkan pasca pertandingan, minimal dalam sepengetahuan saya.
Bagaimana menurut Anda ???
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Olaharaga,
Max Hendrian Sahuleka


