Benar kata Ayatullah Ali Khamenei bahwa Israel suka playing victim ketika mendapat tamparan keras.
Israel menyatakan kalau Iran anti semit karena menyerang tanpa henti meski di hari paskah. Namun, sebagaimana kata Abbas Aragchi (Menteri Luar Negeri Iran), Israel lupa bahwa pada bulan Ramadhan ini mereka menyerang terlebih dahulu.
Selain playing victim, Israel ingin membuat opini yang membangkitkan kemarahan kalangan Nasrani akan serangan Iran pada hari Paskah ini dengan melupakan fakta sejarah tentang siapa yang membunuh Isa Al-Masih atau Yesus Kristus. Terlepas apakah kalangan Yahudi atau Romawi yang membunuh Isa Al-Masih, yang pasti bukanlah kalangan Islam.
Lalu, dengan semua data dan fakta di atas, masih percayakah bahwa Israel peduli pada agama dan kemudian merasa layak atas nama agama mengecam Iran yang menyerang pada Hari Paskah ???
Seandainya Iran tidak melakukan serangan pada Hari Paskah atau selama 3 hari (Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah), apakah ada jaminannya Israel tidak menyerang Iran dengan memanfaatkan momen kelengahan ini ???
Hanya orang-orang bodoh, kafir dan munafik yang termakan propaganda dan hasutan Israel ini.
Israel bukanlah kelompok agama, melainkan kelompok anti agama, bahkan Yahudi sekali pun. Mereka adalah pengikut iblis yang ingin menjalankan agenda iblis sebagai protesnya kepada Allah yang menunjuk manusia sebagai khalifah di muka bumi ini dengan menunjukkan dirinya benar bahwa manusia suka berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi ini.
Namun yang Israel lupakan, atau mungkin berusaha menafikkannya sebagai upaya menentang Allah, bahwa "Mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya dan Allah pun membalas tipu daya (mereka). Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." [ Q.S. Ali Imran : 54 ]
BAGAIMANA MENURUT ANDA ???
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Max Hendrian Sahuleka


