Kematian adalah suatu keniscayaan. Tinggal pertanyaannya, kapan dan bagaimana kita mati ?
Imam Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Kota Suci Mashhad, Iran. Ini artinya Imam Ali Khamenei syahid pada usia 86 tahun. Sebuah usia yang cukup senja di mana kematian memang bisa dikatakan sesuatu yang sudah dekat.
Digempur rudal oleh pihak zalim pada bulan Ramadhan, ini menunjukkan bahwa Imam Khamenei adalah syahid, mati di jalan Allah, mati dalam menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan.
Bagi orang-orang beriman, kesyahidan adalah sesuatu yang sangat dirindukan dan dicita-citakan. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman : “Janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." [ Q.S Ali Imran : 169-170 ]
Bagi para pecinta ahlul bayt, kesyahidan atau mati mulia adalah sebuah cita-cita karena ini justru akan membuatnya menjadi dapat bertemu dengan Nabi Muhammad saww dan para ahlul baytnya yang suci dan disucikan sesuci-sucinya serta para syuhada lainnya.
Saat berkunjung ke Indonesia untuk urusan bilateral dengan Indonesia, Ahmadinejad juga menghadiri beberapa undangan untuk memberikan kuliah umum. Dalam kuliah umum yang diberikan di UIN Syarif Hidayatullah, terutama saat ditanya tentang mengapa ia tidak takut bersuara lantang dan apakah ia tidak takut dibunuh, Ahmadinejad menjawab : "Bukankah Allah adalah yang paling kita cintai ? Kematian adalah jalan menuju kita bertemu dengan yang paling kita cintai, kekasih sejati, yaitu Allah SWT."
Bagi orang-orang kafir, kematian dianggap akhir dari segalanya. Lebih dari itu, kematian dianggap menakutkan. Dan mungkin bagi Amerika dan Israel, kesyahidan Ali Khamenei dianggap sebagai sebuah kemenangan.
Namun bagi orang-orang beriman, kesyahidan (mati di jalan Allah) bukan hanya hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya, melainkan juga, seperti kata Tan Malaka, "Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suaraku akan lebih keras daripada dari atas bumi."
Muhammad Iqbal berkata : "Ketika kita mati, maka sesungguhnya kita hidup." Dalam kaitannya dengan hal ini, perjuangan dan perlawanan Imam Ali Khamenei akan jauh lebih hidup.
Kesyahidan Imam Ali Khamenei akan menjadi seperti bara yang semakin membara yang akan semakin membakar semangat perjuangan dalam melawan Amerika dan Israel serta pihak-pihak zalim lainnya.
Amerika dan Israel mungkin menganggap kesyahidan Imam Ali Khamenei sebagai sebuah kemenangan, namun sesungguhnya ini adalah awal yang nyata dari kehancuran Amerika dan Israel.
Untuk memastikan perjuangannya terus berlanjut ketika dirinya syahid, Imam Ali Khamenei telah membuat surat wasiat terkait hal ini yang diberikan kepada Ali Larijani, pejabat keamanan nasional tertinggi Iran.
Bukan hanya itu, untuk memastikan perjuangannya terus berlanjut, Imam Ali Khamenei telah menunjuk 4 orang sebagai calon yang akan menggantikan dirinya nanti ketika dirinya syahid.
Berikut ini adalah nama keempat orang yang disebutkan telah dipersiapkan oleh Imam Ali Khamenei sebagai kandidat penggantinya meskipun nama-nama tersebut belum dipublikasikan secara resmi :
- Mohsen Qomi
- Mohsen Araki
- Hassan Khomeini
- Mujtaba Khamenei
Untuk mengenal mereka lebih lanjut, silahkan simak pada video di bawah ini !
Sistem penunjukkan siapa yang akan menggantikan Imam Ali Khamanei inilah yang akan membuat Amerika dan Israel berputus asa sebagaimana yang menjadi riwayat dari sebab turunnya ayat "Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Inilah dia sistem kepemimpinan yang menjadi risalah terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saww karena kepemimpinan ilahiah, meneruskan kepemimpinan Rasulullah, tidaklah boleh berhenti dan terputus meskipun sesaat saja. Dia haruslah terus berkesinambungan tak terputus hingga akhir zaman. Inilah yang disebut dengan "tali Allah" yang akan menyelamatkan kita dan kehidupan di dunia ini.
Itulah juga mengapa sebelum ayat ini, Allah SWT berfirman : "Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir."
Jadi, sampai di sini tahukan mengapa Amerika dan Israel bukan semata ingin membunuh Imam Ali Khamenei melainkan juga ingin meruntuhkan sistem wilayatul fakih ???
Dan terakhir, saya ingin mengucapkan duka yang sedalam-dalam atas syahidnya Imam Ali Khamenei. Innalillahi wa ina ilaihi rojiun Semoga kita dapat terus melanjutkan perjuangannya. Dan semoga beliau digantikan oleh orang beriman yang bukan hanya terus melanjutkan perjuangan beliau melainkan akan jauh lebih dahsyat lagi melanjutkan perjuangan beliau dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta melawan kezaliman dan kebatilan.
Salam Duka,
Max Hendrian Sahuleka



Tidak ada komentar:
Posting Komentar