Setiap muslim mendambakan memperoleh laylatul qadr, malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Sesuatu menjadi jauh lebih baik dai sebelumnya ketika kita menyadari apa yang menghambat kita untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Ketika Allah berfirman bahwa "Sesunggguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu" [ Lihat Surat Al-Baqarah ayat 168 dan 208, serta Surat Fathir ayat 6 ], maka kemenangan sejati ini diperoleh ketika umat manusia, khususnya umat Islam, telah mengenali siapa sesungguhnya setan ini, siapa sesungguhnya yang menjadi setan ini.
Pada bulan Ramadhan, para ulama mengatakan bahwa setan telah dibelenggu. Namun demikian, jika setan telah dibelenggu dan sumber kejahatan seringkali dinisbatkan kepada setan, lalu mengapa kejahatan terus ada saat bulan Ramadhan ?
Sesungguhnya setan itu berasal dari kalangan jin dan manusia. Dan setan yang berasal dari kalangan manusia inilah yang nampaknya sering diabaikan oleh umat manusia.
Sesungguhnya Imam Khomeini telah menunjukkan kepada kita tentang siapa itu setan ini, siapa yang menjadi setan di sini, bahkan menyebutnya setan besar. Namun musuh-musuh Allah (Amerika dan Israel) berusaha dengan berbagai cara dan narasi berusaha menjauhkan umat Islam dari mendengar perkataan Imam Khomeini ini sehingga bukan hanya menjadikan wilayah negaranya menjadi tempat bercokolnya setan besar Amerika dan Israel, melainkan juga sampai menyerahkan kekayaan alam negaranya untuk dikeruk habis untuk setan besar Amerika dan Israel laknatullah, bahkan sampai rela menggelontorkan uang untuk menjadi pengikutnya atau masuk dalam tipu dayanya.
INGAT, makar iblis pertama kali kepada Allah adalah menolak hak prerogatif Allah ketika hendak menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi dengan alasan yang belum terbukti dan terjadi yaitu bahwasannya manusia itu suka membuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi.
Demi mewujudkan bahwa perkataannya benar, Iblis berusaha melakukan berbagai cara dan dari berbagai sisi untuk melakukan tipu daya agar manusia melakukan apa yang dikatakannya itu yaitu membuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi ini.
Namun demikian, yang perlu kita ketahui adalah bahwa untuk menghentikan kerusakan dan pertumpahan darah harus dengan jalan melawan setan-setan ini yang melakukan tindakan zalim dan biadabnya karena setan-setan ini tidak akan pernah rela menghentikan tindakan zalim dan biadabnya sampai tunduk kepada mereka. Mereka ingin menggantikan ketakutan kepada Allah menjadi ketakutan kepada mereka. Dan ketika ini terjadi, ini berarti telah tiada lagi keimanan kepada Allah.
Setan ini pasti akan memulai perang terlebih dahulu, bahkan lebih dari itu telah melanggar ucapannya sendiri. Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji (akad-akad) !"
Tidak harus menjadi muslim untuk mengatakan bahwa kita haruslah memenuhi apa yang kita katakan. Ini prinsip universal.
Sebagaimana kita ketahui, pada 20 Februari 2026, Amerika memberikan ancaman bahwa jika Iran tidak menyetujui dan menandatangai draft perjanjian yang dibuat oleh Amerika (Trump) dalam waktu 10 - 15 hari, maka Amerika akan menyerang Iran.
Dan untuk menekan Iran agar mau menandatangani draft perjanjian tersebut, Amerika mengirimkan 2 kapal induknya ke dekat wilayah perairan Iran.
Dan pada tanggal 28 Februari 2026, Amerika dan Israel menyerang Iran. Ini artinya Amerika dan Israel telah melanggar perkataannya sendiri akan batas waktu tercepat ancamannya, yaitu 10 hari.
Ini menegaskan bahwa Amerika dan Israel benar-benar kafir, bahkan mengkafiri apa yang dikatakannya sendiri.
Mengapa Amerika dan Israel tetap melancarkan serangan di bulan Ramadhan ?
Ada beberapa alasan yang mungkin menjadi alasan mengapa mereka melakukan serangan di bulan Ramadhan:
PERTAMA, pandangan materialistik yang mereka anut dan kembangkan di mana kemudian mereka menganggap bahwa kondisi umat Islam yang menjadi mayoritas bangsa Iran adalah dalam posisi yang paling lemah.
KEDUA, pandangan anti agama. Mereka benar-benar ingin menunjukkan pembangkangannya terhadap Allah sehingga tidak menghormati bulan Ramadhan.
KETIGA, mereka benar-benar tidak sabar. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 153, Allah berfirman : "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." Ayat ini semakin menegaskan kekafiran Amerika dan Israel.
Namun ironisnya, beberapa bahkan orang munafik dengan atas nama menghormati ibadah malah menyalahkan Iran ketika melakukan serangan balik. Naifnya mereka adalah mereka pikir ibadah di bulan suci Ramadhan ini akan berjalan dengan tidak membalas serangan Amerika dan Israel. Mereka pikir bahwa Amerika dan Israel akan diam jika Iran tidak membalas serangan meskipun pemimpin tertingginya (Ayatullah Ali Khamenei) telah syahid.
Mengapa saya katakan bahwa orang-orang yang meyakini pandangan di atas sebagai orang munafik ? Ini karena jelas-jelas dikatakan dalam Al-Quran bahwa orang-orang seperti ini tidak akan rela sampai tunduk total kepada mereka. Entahlah ini karena mereka benar-benar menyadari kemunafikannya atau telah tertipu daya sehingga tidak mengenali setan ini yang menjadi musuh nyata bagi manusia dan kemanusiaan.
Salah satu kemenangan dalam peperangan tidak selalu diukur dari kemenangan secara formal dan materiil, melainkan kemenangan secara kesadaran, kesadaran untuk mengetahui mana pihak yang haq dan mana yang pihak yang batil, dan kemudian pada akhirnya mereka-mereka yang mendukung yang haq ini akan melawan dan menumpaskan yang batil.
Perang Iran melawan Israel & Amerika ini bukan hanya mampu menunjukkan pihak yang batil dan zalim, melainkan juga mampu menunjukkan pihak-pihak yang munafik baik secara terang-benderang maupun malu-malu, mereka-mereka yang membantu Israel & Amerika secara terang-terangan maupun malu-malu. mereka-mereka yang telah menjadikan wilayahnya menjadi pangkalan militer Amerika dan digunakan untuk menyerang Iran maupun yang sekedar membiarkan pangkalan militer Amerika ada di wilayahnya.
Tinggal pertanyaannya, terhadap segala fakta yang sangat jelas ini, masihkah termakan oleh propaganda mereka untuk memecah belah umat Islam dengan isu Sunni - Syiah yang nampaknya kembali mencuat ke permukaan di berbagai plaform media sosial ?
Kalau jawabannya adalah masih termakan propaganda tersebut, maka benarlah sabda Nabi bahwa "agama adalah untuk orang-orang yang berakal, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal." Itulah mengapa ayat pertama yang turun adalah IQRA, perintah untuk membaca dan menelaah atas apa yang ada dan karenanya tidak akan termakan hoax dan propaganda yang dibuat oleh musuh-muush Allah.
Dan menjawab pertanyaan dari judul postingan ini, mari kita berdoa: "Semoga Idul Fitri tahun 2026 ini benar-benar menjadi hari kemenangan, kemenangan yang sejati, hari yang benar-benar mampu membelenggu setan besar Amerika dan Israel sehingga tidak akan berani lagi berbuat kezaliman semaunya, hari yang benar-benar mampu menghilangkan setan besar Amerika dan Israel dari kawasan terutama pangkalan militernya, hari yang benar-benar mampu menyadarkan umat manusia terutama umat Islam akan setan besar sebagai musuh yang nyata."
Dan semoga doa yang senantiasa kita panjatkan setiap Idul Fitri,"Semoga Allah menerima (puasa) kita dan menjadikan kita kembali (dalam keadaan suci) dan termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan.", benar-benar terkabulkan.
HAYYA ALA AS-SHOLAH HAYYA ALA AL-FALAH, mari kita sambut kemenangan ini. Takbir.
Salam Kemenangan,
Max Hendrian Sahuleka



Tidak ada komentar:
Posting Komentar