KUMPULAN ARTIKEL :

Minggu, 09 Maret 2025

PETA INDONESIA DALAM KARTUN THE SIMPSON : KOK INDONESIA MENJADI SINGAPURA ? INDONESIA AIRLINES KOK MILIK SINGAPURA ?

Masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan Kartun The Simpson episode ke-16 season ke-6 yang berjudul "Bart calls Australia" di mana di situ ditampilkan peta Australia dan Asia di mana pulau Kalimantan dan Sulawesi yang disatukan dan dinamakan Singapore (Singapura) sebagaimana tampak pada gambar di atas..

Apakah ini hanyalah sekedar guyonan, atau suatu prediksi, atau adanya tanda-tanda yang dilihat oleh si penulis ceritanya kah yang kemudian coba disampaikan lewat kartun The Simpson tersebut ?

Ketika Kartun The Simpson edisi ini tayang, mungkin banyak yang menganggap ini hanyalah guyonan atau candaan atau sesuatu yang tidak perlu diseriusi. Namun kemudian mulai mendapat perhatian kembali ketika pemerintahan Jokowi membangun mega proyek IKN (Ibu Kota Negara) di mana salah satunya melobi Singapura untuk menjadi investornya.

Ketika Singapura nampaknya tidak tertarik untuk menjadi investor dalam proyek IKN ini, 'prediksi' The Simpson ini nampaknya sedikit mulai terlupakan.

Namun 'prediksi' The Simpson ini kembali mencuat seiring munculnya maskapai penerbangan baru milik Singapura yang dinamakan "INDONESIA AIRLINES".

PETA INDONESIA DALAM KARTUN THE SIMPSON : KOK INDONESIA MENJADI SINGAPURA ?

Nah, bagaimana menurut kalian ? Apakah 'prediksi' The Simpson benar-benar akan menjadi kenyataan ?

Akankah INDONESIA AIRLINES akan menggantikan GARUDA INDONESIA AIRLINES ?

Semoga kehadiran INDONESIA AIRLINES milik Singapura ini dapat menjadi tamparan keras bagi GARUDA INDONESIA AIRLINES sehingga mau segera memperbaiki manajemen dan kinerjanya. Jika TIDAK, tentu saja ke depannya tidak menutup kemungkinan GARUDA INDONESIA AIRLINES bukan hanya kalah bersaing, melainkan akan digantikan oleh INDONESIA AIRLINES milik Singapura ini.

Atau, ini dianggap bukan masalah serius karena yang penting ada nama INDONESIA-nya ???


Salam Cerdas Bernalar, Beragama dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE