KUMPULAN ARTIKEL :

Jumat, 27 Maret 2026

PERANG IRAN VS AMERIKA DAN ISRAEL : SIAPAKAH YANG MENANG ?

PERANG IRAN VS AMERIKA DAN ISRAEL. SIAPAKAH YANG MENANG ?

Ketika terjadi sebuah konflik atau perang, selalu pertanyaan yang sering muncul dan ingin diketahui banyak orang adalah "siapakah yang haq (benar) dan siapakah yang batil (salah)" dan "siapakah yang menang" ?


JAWABAN ATAS PERTANYAAN PERTAMA : YANG MANAKAH YANG HAQ (BENAR) DAN YANG MANAKAH YANG BATIL (SALAH)

Dalam kaidah logika, ketika ada 2 pihak berseberangan apalagi berperang, maka tidak mungkin keduanya adalah benar. Salah satunya pasti batil (salah), tapi bisa jadi keduanya juga adalah batil (salah).

Untuk menentukan yang mana yang haq (benar) dan yang mana yang batil (salah), maka kita dapat menggunakan prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah universal, yaitu :

1. Memenuhi Akad-akad

Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang beriman, penuhilah akad-akad."

Sebagaimana kita ketahui, pada tanggal 20 Februari 2026 (2 Ramadhan 1447 H), Trump selaku Presiden Amerika Serikat mengeluarkan ancaman bahwa jika Iran tidak menyetujui dan menandatangani draft perjanjian yang dibuatnya dalam waktu 10 - 15 hari maka Amerika akan menyerang Iran.

Jika ancaman tersebut direalisasikan maka seharusnya setelah batas waktunya berakhir. Artinya, jika ancaman tersebut dilontarkan pada 20 Februari 2026, maka batas waktunya paling cepat berakhir pada 1 Maret 2026. Ini artinya serangan baru dapat dilancarkan pada 2 Maret 2026.

Namun faktanya, pada tanggal 28 Februari 2026, Amerika dan Israel melancarkan serangan pertamanya ke Iran yang menghancurkan sekolah anak-anak putri dan menewaskan ratusan anak-anak putri.

Serangan pertama ini berarti 1 - 2 hari lebih cepat dari batas waktu tercepat yang diberikan. 

Merasa targetnya gagal, maka Amerika dan Israel melakukan serangan kedua pada 1 Maret 2026. Serangan keduanya ini membuat pemimpin tertinggi Iran, Imam Ali Khamenei syahid beserta keluarganya dan beberapa petinggi Iran lainnya.

Mungkin inilah serangan paling brutal yang pernah ada karena langsung menyasar pada pemimpin tertinggi Iran. Amerika dan Israel berharap dengan demikian maka Iran akan langsung takluk dan menyerah.

Serangan-serangan di atas membuktikan bahwa Amerika dan Israel adalah pihak yang batil (salah) karena melanggar batas waktu tercepat yang diberikannya sendiri.

Selain itu, serangan pertamanya yang menyasar ke sekolah putri dan mengorbankan anak-anak perempuan melanggar etika internasional di mana sekolah sebagai fasilitas publik dan anak-anak apalagi putri adalah pihak sipil yang tidak boleh menjadi sasaran.

Serangan Amerika dan Israel pada bulan Ramadhan (bulan puasa) yang dihormati oleh umat Islam menunjukkan bahwa Amerika dan Israel tidaklah menghargai toleransi. Ini semakin menunjukkan kezaliman Amerika dan Israel.

2. Melakukan Ancaman

Baik agama, hukum maupun etika, tidaklah dibenarkan melakukan ancaman dan menekan pihak lain.

Untuk mewujudkan keinginannya yaitu agar Iran mau menyetujui dan menandatangani draft perjanjian yang dibuat oleh Amerika, maka Amerika mengerahkan 2 kapal induknya mendekati wilayah perairan Iran untuk menekan Iran.

3. Melakukan Serangan Lebih Dahulu

Baik agama, hukum maupun etika, tidaklah dibenarkan siapapun untuk melakukan tindakan agresif menyerang lebih dahulu.

Kesimpulan :

Dari semua pertimbangan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa Amerika dan Israel adalah pihak yang batil (salah).

Kesimpulan ini penting untuk kita camkan karena siapapun yang mendukung yang batil dan zalim, apalagi membantunya baik langsung maupun tidak langsung, maka berarti ia termasuk batil (salah).


JAWABAN ATAS PERTANYAAN KEDUA : SIAPAKAH YANG MENANG

Setelah mengetahui siapa atau yang mana yang batil, tentunya kita berharap pihak yang batil (salah) akan menelan kekalahan dan kehancuran, bahkan sehancur-hancurnya.

Namun secara logika, yang terbaik adalah yang menang. Yang terbaik di sini bukan hanya ia adalah pihak yang haq (benar) melainkan juga terbaik dalam hal teknologi dan persenjataan, taktik dan strategi, letak geopolitik, dan sebagai umat beragama tentunya juga menyertakan faktor pertolongan Allah.

Mengenai siapa yang terbaik dalam hal teknologi dan persenjataan, yang harus diperhatikan bukan semata secara kecanggihan teknologi, melainkan juga secara efisiensi atau tepat guna. Mengenai hal ini, penulis menyarankan agar mencoba mengetahui hal ini secara lebih lanjut dengan mencari informasinya melalui mesin pencari.

Yang tak kalah pentingnya dari teknologi dan persenjataan dalam perang adalah taktik dan strategi. Seringkali peperangan dimenangkan oleh pihak yang mampu bermain taktik dan strategi dengan sangat baik meskipun kalah jika dilihat secara teknologi dan persenjataan. Banyak sejarah peperangan yang membuktikan hal ini.

Kemudian yang nampaknya tak kalah pentingnya adalah letak geopolitik, yang juga dapat diterapkan menjadi taktik dan strategi.

PERANG IRAN VS AMERIKA DAN ISRAEL. SIAPAKAH YANG MENANG ?

Selat Hormuz yang menjadi lalu lalang jalur kapal tanker yang membawa minyak dari kawasan Arab ke seluruh dunia, termasuk ke Israel dan sekutu-sekutunya di kawasan Arab dapat menjadi kekuatan Iran.

Di samping itu, Bab al-Mandeb juga dapat menjadi kunci kekuatan Iran secara geopolitik mengingat Yaman dan Houthi adalah salah satu sekutu dekatnya Iran di kawasan.

Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb menjadi kekuatan geopolitik dan ekonomi Iran. Jika Amerika mencoba menekan Iran melalui PBB dan lembaga-lembaga internasional lainnya yang dikuasai Amerika, maka Iran menekan Amerika dan Israel melaui 2 selat ini, yaitu Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb.

Dan terakhir, yang tak kalah pentingnya juga, bahkan paling penting, terutama sebagai umat beragama, adalah faktor Allah. Allah diyakini sebagai Maha Segalanya, termasuk dapat membantu dan menentukan siapa yang menang, kemenangan yang hakiki.

Jika sudah bicara pertolongan Allah, maka perhitungan matematis dalam perang bisa salah. Terkait hal ini, Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."[ Q.S. Muhammad : 7 ]

Allah SWT juga berfirman : "Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang." [ Q.S. Al-Maidah : 56 ]

Sejarah Perang Badar menjadi salah satu contoh di mana jumlah pasukan dan persenjataan yang lebih besar belum tentu menentukan kemenangan. Demikian juga kisah Nabi Daud melawan Goliat.

Mungkin banyak yang meragukan bagaimana caranya Allah SWT membantu orang-orang beriman ini.

Allah SWT berfirman : "Maka, (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, melainkan Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Selain semua pertimbangan di atas, yang juga tak kalah pentingnya adalah faktor semangat dan kesiapan berperang.

Nampaknya dalam hal ini, bangsa Iran jauh lebih unggul dan siap menghadapi peperangan dengan Amerika dan Israel. Semangat kesyahidan yang didapati melalui Al-Quran sebagai kitab suci dan sejarah Asyura serta ditambah dengan kisah nyata yang disaksikan oleh bangsa Iran sendiri yaitu kesyahidan Imam Ali Khamenei beserta keluarga dan para sahabatnya termasuk para petinggi Iran lainnya yang disebut sebagai Sejarah Karbala Modern menjadi bara yang semakin membuat semangat bangsa Iran untuk berjuang melawan Amerika dan Israel.

Kesimpulan :

Allah SWT berfirman : "Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. Mereka tidak akan membahayakanmu, kecuali gangguan-gangguan kecil saja. Jika mereka memerangi kamu, niscaya mereka berbalik ke belakang (kalah), kemudian mereka tidak mendapat pertolongan." [ Q.S. Ali Imran : 110 - 111 ]

Mengacu semua analisa dan uraian di atas, kita bisa simpulkan secara obyektif bahwa yang memenangkan peperangan adalah pihak yang terbaik secara menyeluruh, baik secara teknologi, persenjataan, kesiapan berperang baik militer maupun rakyatnya, dan geopolitik serta yang beriman.


BAGAIMANA MENURUT ANDA ???


Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE