KUMPULAN ARTIKEL :

Minggu, 03 Mei 2026

APA YANG DISEMPURNAKAN PADA HARI ITU YANG MEMBUAT ORANG KAFIR BERPUTUS ASA ???

 APA YANG DISEMPURNAKAN PADA HARI ITU YANG MEMBUAT ORANG KAFIR BERPUTUS ASA ???

Semua muslim dari berbagai mazhab dan kalangan sepakat menyatakan bahwa ayat terakhir dalam Al-Quran adalah ayat ayat yang terdapat dalam Surat Al-Maidah ayat 3 yang berbunyi "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu."

Ada hal dari ayat ini yang menarik untuk direnungkan dari ayat ini, yaitu : Jika pada 'hari itu' telah Allah sempurnakan agama (Islam) ini, lalu hal apa yang membuatnya menjadi sempurna risalah ajaran Islam pada hari itu ? Nikmat apa yang Allah berikan pada 'hari itu' sehingga cukuplah nikmat yang Allah berikan kepada kita semua ?

Banyak yang melepaskan kalimat ayat terakhir yang Allah turunkan tersebut dengan melepaskan dari kalimat pada ayat tersebut sehingga hilang dari konteksnya dan kehilangan urgensinya atau sangat pentingnya akan apa yang terjadi pada 'hari itu'. 

Sebelum kalimat dalam ayat tersebut di atas, Allah SWT berifrman : "Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tapi takutlah kepada-Ku."

Jadi, apa yang terjadi pada 'hari itu' yang membuat risalah Nabi menjadi sempurna akan membuat orang-orang kafir berputus asa. Sebagaimana telah kita ketahui, orang-orang kafir senantiasa memerangi Nabi Muhammad dan mencegah dakwah Nabi Muhammad. Tapi, apa yang terjadi pada "hari itu" telah membuat orang-orang kafir berputus asa.

Apa yang terjadi pada 'hari itu' pasti sangatlah penting kalau tidak maka tidak mungkin Allah menyatakan bahwa pada 'hari itu' Allah telah sempurnakan dan membuat orang-orang kafir berputus asa. Dan karena itu pula, orang-orang kafir berusaha sedemikian rupa menjauhkan umat Islam dari nikmat yang Allah turunkan pada 'hari itu'.

Untuk semakin dapat memahami urgensi dan sangat pentingnya akan apa yang terjadi pada 'hari itu, kita juga harus melihat ayat yang diturunkan sebelum ayat tersebut diturunkan. 

Sebelum ayat tersebut turun, Allah berfirman : "Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir." [ Q.S. Al-Maidah / 5 : 67 ]

Apakah Nabi Muhammad tidak pernah menyampaikan apa yang diturunkan dari Allah kepada umat manusia sehingga Allah sampai menegaskan dan memerintahkan agar menyampaikan hal ini pada 'hari itu' ? Lalu mengapa Allah sampai berfirman bahwa hal ini harus benar-benar disampaikan sehingga jika tidak disampaikan maka dianggap sama saja tidak menyampaikan risalah-Nya yaitu risalah yang dibawa dan disampaikan oleh Nabi Muhammad sejak awal kenabiannya hingga akhir kenabiannya nanti ?

Dengan  memahami urgensi dan sangat pentingnya hal ini, itulah mengapa Allah menyatakan bahwa cukuplah nikmat yang Allah berikan untuk kita semua. Hanya ketika nikmat ini ditegakkan maka risalah-Nya yang dibawa oleh Nabi akan tetap tegak sehingga membuat orang-orang kafir menjadi berputus asa.

Tinggal pertanyaannya, nikmat apa yang Allah turunkan pada 'hari itu' sehingga mampu membuat orang-orang kafir berputus asa ini ?

Seringkali sebuah negara atau organisasi atau lain sejenisnya akan mengalami penurunan bahkan bubar / hancur, ketika pemimpinnya yang dihormati dan disegani telah wafat. Seringkali musuh-musuh negara atau organisasi atau lain sejenisnya berusaha membunuh pemimpinnya atau berharap kematian pemimpinnya dan kemudian berusaha masuk sedemikian rupa untuk menaruh orang-orangnya atau yang tunduk kepadanya untuk menjadi pemimpin negara atau organisasi atau lain sejenisnya.

Dalam bukunya yang berjudul "The 21 Irrefutable Laws of Leadership", John C. Maxwell mengatakan bahwa "Nilai abadi seorang pemimpin diukur dengan suksesi". Inilah yang disebut The Law of Legacy yang merupakan hukum pamungkas yang disampaikannya.

Dari penjelasan John C. Maxwell ini, kita menjadi tahu bahwa jika ingin sebuah negara atau sebuah organisasi atau lain sejenisnya tetap berjalan dengan sangat baik, maka harus ada suksesi atau keberlanjutan kepemimpinan dengan sangat baik yang mampu melanjutkan kepemimpinan dan menjalankan negara atau organisasi atau lain sejenisnya dengan sangat baik.

Jika kita sepakat menyatakan bahwa Nabi adalah sempurna, maka ia harus menjaga kesempurnaan ajaran yang dibawanya dengan menunjuk sosok yang juga diyakini sempurna untuk melanjutkan dan menegakkan risalah yang dibawa olehnya.

Inilah yang sering dilupakan oleh umat Islam sehingga banyak umat Islam semakin jauh dari ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi. Ketika dikatakan oleh Nabi bahwa ulama adalah pewaris Nabi, banyak yang tidak lagi benar-benar mengikuti ulama yang benar-benar menjadi pewaris Nabi.

Hanya dengan mengikuti ulama yang benar-benar pewaris Nabi, Islam akan tegak. Dan ketika ia dijadikan sebagai pemimpin tertinggi suatu negara maka negara tersebut benar-benar akan maju sehingga pihak-pihak yang kafir benar-benar akan berputus asa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE