KUMPULAN ARTIKEL :

Rabu, 28 Januari 2026

NEGARA-NEGARA BARAT AJA TIDAK PERCAYA DAN MAKANYA MENOLAK DEWAN KEAMANAN GAZA BUATAN TRUMP, KOK INDONESIA BISA-BISANYA PERCAYA DENGANNYA SAMPAI-SAMPAI RELA MENYETOR UANG SEKITAR RP 17 TRILIUN ???


Sampai detik ini, saya masih heran dengan sikap Indonesia yang sangat mendukung Dewan Keamanan Gaza buatan Trump dan mencari pembenaran dengan berbagai alasan yang layak dipertanyakan.

Kali ini pemerintah Indonesia mengklaim bahwa keikutsertaannya itu sudah sesuai atau berlandaskan pada amanat konstitusi untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Apakah bangsa ini sudah lupa dengan pernyataan pendiri bangsa ini, yaitu Soekarno, "Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel."

Lagipula, bagaimana Indonesia bisa sampai percaya dengan Dewan Keamanan Gaza buatan Trump ini di mana mau bicara tentang Gaza tapi tidak melibatkan sama sekali Palestina sementara melibatkan Israel ???

Sudah itu yang membuat saya tercengang adalah bahwa untuk menjadi anggota Dewan Keamanan Gaza maka Indonesia harus menyetor uang sekitar Rp 17 Triliun. Memangnya Indonesia sudah kelebihan anggaran kah ? Memangnya Indonesia sudah tidak ada lagi masalah-masalah yang memerlukan uang kah ?

Pernyataan Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya, semakin menegaskan bahwa kebijakan bergabung dalam Dewan Keamanan Gaza buatan Trump dengan menyetor uang sekitar Rp 17 Triliun ini jelas sangat tidak tepat. Yusuf Qardhawi dalam bukunya "Fikih Prioritas" menyatakan bahwa suatu negara bisa hancur karena ketidakmampuannya membuat skala prioritas.

Dan yang lebih membuat saya bertanya-tanya tentang sikap Indonesia bergabung dalam Dewan Keamanan Gaza ini adalah karena banyak negara Eropa yang dengan lantang menolaknya.

Berikut ini adalah pernyataan beberapa negara Eropa yang menolak Dewan Keamanan Gaza buatan Trump tersebut :

https://picasion.com/

  • "Inisiatif ini tidak tepat karena Otoritas Palestina tidak dilibatkan, serta tidak mencerminkan proses yang inklusif." [ Pedro Sanzhes, Perdana Menteri Spanyol ]
  • "Perancis menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza karena mandat yang tidak jelas adanya, dan berpotensi melemahkan PBB." [ Jean-Noel Barrot, Kementerian Luar Negei Perancis ]
  • "Penduduk Palestina di Gaza mesti dilibatkan secara aktif dan penuh dalam semua rencana tersebut dan hak-hak mereka harus dijunjung tinggi." [ Josef Hinterseher, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman ]
  • "Denmark memutuskan untuk tidak mengikuti inisiatif ini dan akan tetap fokus oada upaya kemanusiaan melalui jalur PBB." [ Lars Lokke Rasmussen, Kementerian Luar Negeri Denmark ]
  • "Norwegia tidak akan bergabung dalam Dewan Perdamaian Trump. Kami mempercayai bahwa upaya terkait Gaza harus tetap berada dalam kerangka internasional yang luas." [ Espen Barth Eide, Kementerian Luar Negeri Norwegia ]
  • "Swedia tidak melihat keharusan mendesak untuk bergabung dalam dewan alternatif yang tidak memiliki legitimasi internasional yang tidak memadai." [ Ulf Kristesson, Kementerian Luar Negeri Swedia ]
  • "Slovenia tidak akan bergabung Dewan Perdamaian, karena proses tidak melibatkan konsultasi yang cukup dengan negara-negara Eropa maupun kawasan." [ Tanja Fajon, Wakil Perdana Menteri Slovenia ]

Lalu apa alasan Indonesia yang justru malah bergabung dalam Dewan Keamanan Gaza buatan Trump ini sampai-sampai rela menyetor uang sekitar Rp 17 Triliun ???


Jika alasannya karena takut dengan ancaman tarif impor Trump, maka seberapa besar keuntungan ekonomi yang diperoleh Indonesia dari ekspor ke Amerika ? Apakah permintaan akan produk-produk Indonesia di Amerika itu tinggi ? Jika permintaannya tinggi, apakah lebih karena memang dibutuhkan atau karena kualitasnya atau karena harganya ?

Jika memang karena dibutuhkan dan karena harganya, maka yang lebih dirugikan adalah Amerika sendiri. 

Lagipula, apakah tidak bisa diekspor ke negara-negara lain yang mungkin lebih membutuhkan ? Sebegitu bergantungnya kah Indonesia terhadap Amerika ?

BAGAIMANA MENURUT ANDA ???

Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE