Israel memulai serangan ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, sekitar pukul 2 siang Waktu Indonesia Barat. Ini menunjukkan bahwa Israel tidaklah bersabar untuk menyerang Iran sehingga melanggar dari tenggat waktu tercepat dari ancaman Amerika terhadap Iran.
Seperti yang telah kita ketahui, pada 20 Februari 2026 atau 2 Ramadhan 1447 H, Amerika Serikat memberikan ancaman kepada Iran bahwa jika tidak menyetujui dan menandatangani draft perjanjian yang dibuat oleh Amerika Serikat dalam waktu 10 hari maka Amerika Serikat akan melancarkan serangan kepada Iran. Ini artinya batas waktu tersebut berakhir pada 1 Maret 2026 jika terhitung mulai tanggal 20 Februari 2026. Seandainya mau melaksanakan serangan maka paling cepat adalah pada 1 Maret 2026 atau esok hari setelah batas waktu ancamannya berakhir yaitu pada tanggal 2 Maret 2026.
Bahkan dalam sumber lain dikatakan bahwa batas waktu yang diberikan Amerika itu adalah 10-15 hari. Ini artinya 10 hari itu adalah batas waktu yang paling cepat.
Supaya keinginan tercapai yaitu Iran tunduk dan kemudian menandatangani draft perjanjian yang dibuat oleh Amerika Serikat, Amerika Serikat mengerahkan 2 kapal induknya ke Timur Tengah yang tentunya dilengkapi dengan puluhan pesawat tempurnya untuk menekan Iran.
SERANGAN ISRAEL MENUNJUKKAN DIRINYA TELAH MELANGGAR TENGGAT WAKTU YANG DIBERIKAN TERHADAP IRAN
Dengan melancarkan serangannya ke Iran, ini menunjukkan bahwa Israel bukan hanya tidak sabar dan melakukan kezaliman karena menginisiasi serangan ke Iran, melainkan juga menunjukkan bahwa dirinya telah melanggar batas waktu yang diberikan kepada Iran.
Mengapa Israel melakukan ini lebih awal dari batas waktu yang diberikan oleh Amerika Serikat terhadap Iran ?
Israel khawatir jika serangan dilakukan pada batas waktu yang telah diberikan kepada Iran, apalagi jika setelahnya, maka Iran akan siap menghadapi serangan. Jadi, itulah mengapa Israel melakukan serangan lebih awal terhadap Iran. Ini bisa dikatakan sebagai serangan dadakan.
REAKSI IRAN ATAS SERANGAN ISRAEL
Sebagaimana telah disampaikan oleh Imam Ali Khamenei, jika Amerika Serikat serang Iran maka akan terjadi perang regional.
Hal ini karena Amerika Serikat juga akan mengerahkan kekuatannya untuk menyerang Iran melalui pangkalan militernya di negara-negara Arab, Seperti Bahrain, Yordania, Qatar, dan lain sebagainya. Ini mau tak mau guna mengalahkan Amerika Serikat maka pangkalan-pangkalan militer yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk menyerang Iran akan dihancurkan oleh Iran.
KESIMPULAN
Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji!" [ Q.S. Al-Maidah / 5 : 1 ]
Dari ayat di atas, kita dapat berkesimpulan bahwa Israel bukanlah pihak yang beriman. Dia bukan hanya tidak beriman kepada firman Allah, melainkan juga tidak beriman kepada Amerika Serikat itu sendiri. Jika Israel mempercayai Amerika Serikat niscaya Israel akan memenuhi batas waktu yang diberikan Amerika Serikat kepada Iran yaitu 10 - 15 hari untuk menyetujui draft perjanjian yang dibuat oleh Amerika Serikat.
Lalu kira-kira siapa yang menang ?
Sebagai seorang muslim saya percaya dengan firman Allah : "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." [ Q.S. Al-Baqarah / 2 : 153 ]
Jika mengacu pada redaksi adzan yang sering dikumandangkan, bahwa "Hayya alal falah" (Marilah meraih kemenangan) akan dicapai jika memenuhi redaksi sebelumnya yaitu "Hayya ala ash-sholat" (Marilah mendirikan shalat).
Sekali lagi, redaksinya adalah mendirikan shalat, bukan sekedar mengerjakan shalat. Allah berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [ Q.S. Muhammad / 47 : 7 ]
"Dan Allah pasti menolong orang yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa." [ Q.S. Al-Hajj / 22 : 40 ]
“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka.” [ QS. Al-Anfal /. 8 : 12)
Perang telah meletus. Tinggal pertanyaannya, berapa lama perang ini akan berlangsung ? Ke mana, khususnya negara kita, akan berpihak ? Apa dampaknya terhadap diri kita ? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi dampaknya ?
BAGAIMANA MENURUT ANDA ???
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Max Hendrian Sahuleka




Tidak ada komentar:
Posting Komentar