KUMPULAN ARTIKEL :

Selasa, 24 Maret 2026

MENYOAL PERANG IRAN VS AMERIKA & ISRAEL : YANG MANAKAH YANG HARUS KITA DUKUNG ?

MENYOAL PERANG IRAN VS AMERIKA & ISRAEL : MANA YANG HAQ (BENAR) DAN MANA YANG BATIL (SALAH)

Ketika ada kubu berseteru atau berperang, maka secara logika, tidak mungkin keduanya adalah benar. Salah satu pihak pasti batil (salah), tapi mungkin juga keduanya adalah batil (salah).

Dan seringkali banyak orang tidak mampu menilai dengan sangat baik untuk menentukan apakah salah satunya adalah batil (salah) di mana berarti yang satunya lagi adalah haq (benar), atau keduanya adalah batil (salah).

Lalu bagaimanakah cara kita menentukan atau mengetahui pihak mana yang haq (benar) dan mana yang batil (batil) ?

Jika kita langsung menisbatkan salah satu pihak sebagai yang haq (benar), pasti sebagian ada yang langsung menolaknya karena satu dan lain hal.

Oleh karena itu, untuk menilainya secara obyektif, maka kita dapat melihat dan membatasinya dalam konteks kekinian dan mengacu kepada prinsip universal yang disepakati oleh semua orang.

Salah satu prinsip universal adalah memenuhi akad-akad atau perjanjian-perjanjian. Dalam hal ini Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad!" [ Q.S. Al-Maidah / 5 : 1 ]

Sebagaimana kita ketahui dan dapat telusuri beritanya, pada tanggal 20 Februari 2026 (2 Ramadhan 1447 H), Trump selaku Presiden Amerika mengancam Iran bahwa jika tidak menyetujui dan menandatangani draft perjanjian yang dibuat olehnya dalam 10 - 15 hari maka Amerika akan menyerang Iran.

Agar Iran mau menandatangani draft perjanjian yang dibuat oleh Trump tersebut, Amerika mengerahkan 2 kapal induknya ke dekat perairan Iran guna memberikan tekanan dan mengancam Iran.

Terkait hal ini, saya ingin mengomentari ancaman Amerika kepada Iran ini. Bagaimanapun juga tidak dibenarkan mengancam pihak lain, dan dapat dikatakan bahwa sebuah perjanjian perlu dipertanyakan keabsahan jika dilakukan di bawah tekanan.

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang mengintimidasi (menakut-nakuti) seorang mukmin tanpa hak, maka Allah berhak untuk tidak menjamin keselamatannya dari rasa takut pada Hari Kiamat." [ HR At-Tabarani ]

Namun, pada tanggal 28 Februari 2026, Israel memulai serangan ke Iran. Ini artinya Israel menyerang Iran 1 - 2 hari lebih cepat dari batas waktu yang diberikan oleh Amerika untuk menandatangani draft perjanjian yang telah dibuatnya.

Ini artinya Israel tidak mengindahkan omongon aliansi paling utama dan strategisnya yaitu Amerika. Ini artinya Israel telah melanggar akad-akad.

Dan seperti kita ketahui, pada serangannya yang pertama ke Iran, Israel menyerang sekolah yang mengorbankan anak-anak perempuan.

Terkait hal ini, Israel telah melanggar etika internasional, yaitu menyerang sekolah (fasilitas publik), menyerang sipil, menyerang anak-anak dan menyerang perempuan.

Serangan Israel dan Amerika pada bulan Ramadhan juga menunjukkan bahwa mereka sangat tidak menghormati bulan Ramadhan yang dimuliakan oleh kalangan Islam.

Namun mengapa Israel dan Amerika menyerang pada bulan Ramadhan ?

Besar kemungkinan ini berakar pada pandangan dunia mereka yang materialistis yang melihat bahwa bulan Ramadhan adalah bulan puasa yang dianggap sebagai kondisi fisik terlemah dari Iran yang mayoritas adalah Islam.

Di sinilah Amerika dan Israel menafikkan tentang jiwa dan kekuataannya serta sejarah di mana banyak sejarah menunjukkan bahwa banyak kemenangan diraih oleh kalangan Islam saat bulan Ramadhan.

Dari paparan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa Israel dan Amerika adalah pihak yang batil (salah).

Mungkin ada yang apatis dengan kesimpulan di atas dengan menolak kesimpulan bahwa Iran adalah pihak yang haq (benar) dengan berbagai alasan.

Satu prinsip umum yang perlu kita ketahui adalah bahwa sungguh tidak akan dapat bercampur antara yang haq (benar) dan yang batil (salah) sebagaimana air tidak akan dapat bercampur dengan minyak. Dan tidak akan diperangi oleh yang benar-benar batil sedemikian rupa dan sungguh-sungguhnya kecuali pihak tersebut berada dalam kebenaran.

Untuk menilai apakah Iran adalah pihak yang haq (benar) maka kita harus mengetahui apa itu kebenaran ? 

Namun mengenai hal ini, mungkin akan saya bahas dalam tulisan lainnya. Terkait hal ini, biarlah sejarah dan waktu yang akan membuktikannya. 

Dalam tulisan ini, saya ingin mencari titik temu, terutama dalam perang Iran vs Amerika & Israel ini, yang mungkin juga dapat menjadi acuan dalam menilai hal-hal selanjutnya, yaitu bahwa Israel dan Amerika adalah pihak yang batil.

Jika sudah mengetahui pihak mana yang batil, yang benar-benar batil, maka mereka-mereka yang mendukung atau membela pihak yang batil menunjukkan bahwa mereka berada dalam kebatilan. 

Dan ketika yang batil sudah sedemikian jelasnya, maka bersikap diam terhadap kebatilan dan yang batil ini secara tidak langsung mendukungnya. Sikap dan tindakan paling minimal yang bisa kita lakukan adalah mengutuk kepada pihak yang batil ini, "MAMPUS AMERIKA, MAMPUS ISRAEL".

Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE