KUMPULAN ARTIKEL :

Sabtu, 21 Maret 2026

BAGAIMANA BISA SEORANG ULAMA YANG BERUSIA SENJA YANG DIASINGKAN DAN TANPA MEMILIKI KEKUATAN MILITER SAMA SEKALI MAMPU MENJATUHKAN REZIM YANG MEMILIKI KEKUATAN MILITER YANG SANGAT BESAR DAN DIDUKUNG OLEH NEGARA-NEGARA BESAR ?

 

Imam Khomeini dilahirkan pada 24 September 1902. Ini artinya usia beliau adalah 77 tahun saat memimpin Revolusi Islam Iran, sebuah usia yang tidak lagi muda dan tergolong senja. Jika dikatakan bahwa revolusi yang dipimpinnya bertujuan untuk dirinya sendiri baik secara ekonomi (untuk memperkaya dirinya sendiri) maupun politik (untuk kekuasaan dirinya sendiri) maka dengan usia tersebut dapat dikatakan sangatlah kurang mampu diterima oleh akal sehat.

Dan pernyataan di atas terbukti dengan pengganti setelah Imam Khomeini adalah Imam Ali Khamenei yang bukanlah anak atau saudara kandung dari Imam Khomeini.

Imam Khomeini membangun Revolusi Islam Iran dan membangun sistem pemerintahan yang dikenal dengan nama wilayatul fakih yang menempatkan ulama yang dipilih oleh dewan ulama sebagai pemimpin tertinggi negara dengan presiden sebagai eksekutif yang dipilih oleh rakyat secara demokratis melalui pemilu.

Sebelum Revolusi Islam Iran pada tahun 1979, Imam Khomeini diasingkan sekitar 14 tahun dari Iran. 

Lalu bagaimana bisa Imam Khomeini yang telah berusia senja dan tanpa memiliki kekuatan militer mampu menggulingkan Pahlevi yang memiliki kekuatan militer yang sangat besar dan didukung oleh negara-negara besar ???

Yang dilakukan Imam Khomeini sangatlah sederhana yaitu melakukan ceramah-ceramah untuk menyadarkan masyarakat. Ceramah-ceramah Imam Khomeini direkam dan disebarkan oleh para pengikut dan masyarakat. Gerakan inilah yang disebut oleh Ali Syariati sebagai "Rausyan Fikr" (Pikiran yang Mencerahkan).

Gerakan ini mampu menyadarkan dan menggerakkan masyarakat hingga terjadi Revolusi pada tahun 1979. Baru saat itulah, Imam Khomeini dapat kembali ke Iran.

Pertanyaannya, bagaimana bisa Imam Khomeini mampu menggerakkan rakyat hanya melalui kata-kata dalam ceramah-ceramahnya ???

Tentu saja, Imam Khomeini bukan hanya bertindak melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata. Dirinya sebagai imam adalah garda terdepan dalam menentang rezim Pahlevi dengan diasingkan sekitar 14 tahun. Imam Khomeini secara konsisten melakukan penyadaran tanpa pernah putus asa meskipun diasingkan yang tentunya dengan konsisten berdoa pada Allah dengan tulus dan ikhlas.

Selebihnya, yang saya yakini adalah pertolongan Allah, pertolongan Allah dalam menyadarkan masyarakat dan menumbuhkan keberanian rakyat dalam menentang rezim yang zalim. Allah SWT berfirman : "Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [ Q.S. Muhammad ayat 7 ]

Maha Benar janji Allah, Allah memberikan kemenangan untuk Imam Khomeini dan meneguhkan kedudukan Imam Khomeini. Hanya orang-orang kafir dan munafiklah yang membenci Imam Khomeini dan perjuangan serta sistem wilayatul fakih yang dikembangkannya.

Apa yang dilakukan oleh Imam Khomeini bisa menjadi role model bahwa untuk meruntuhkan sebuah pemerintahan yang zalim dan membangun sistem yang haq / benar dapat dilakukan meskipun tidak memiliki kekuatan massa dan militer asalkan itu dilakukan dengan niat tulus demi menolong (agama) Allah dan dilakukan dengan konsisten.

Salam Perlawanan, Perlawanan Melawan Rezim Zalim,


Max Hendrian Sahuleka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE