KUMPULAN ARTIKEL :

Sabtu, 11 Juli 2026

MENYAMPAIKAN PESAN KEPADA DUNIA DAN KEPADA UTUSAN NEGARA DAN KELOMPOK YANG HADIR DALAM PROSESI PEMAKAMAN AYATULLAH ALI KHAMENEI

Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei yang merupakan sangat menarik untuk dibahas dan dikaji, mulai dari jumlah pelayat yang hadir hingga pesan yang disampaikan lewat pembacaan ayat suci Al-Quran yang disampaikan kepada utusan-utusan resmi negara.

Menurut berita pada video di atas, proses pemakaman Ayatullah Ali Khamenei dihadiri sekitar 43 juta orang. Ini artinya proses pemakaman Ayatullah Ali Khamenei adalah yang terbesar dalam sejarah di dunia hingga saat ini.

Kehadiran jumlah warga Iran yang sangat besar ini menepis tuduhan Barat bahwa mayoritas warga Iran menentang pemerintah dan wilayatul fakih. Jumlah warga Iran yang sangat besar hingga memadati kota dan juga dilakukan di berbagai daerah di Iran menunjukkan bahwa rakyat Iran sangat mencintai Ayatullah Ali Khamenei dan mendukung pemerintah Iran serta wilayatul fakih.

Selain itu, kehadiran mereka yang jumlahnya sangat besar ini di tengah kondisi perang dan kemungkinan adanya serangan dari Amerika Serikat dan Israel ini menunjukkan bahwa rakyat Iran siap mati (syahid) demi membela negara.

Sikap tegas rakyat Iran yang melempari batu foto Donald Trump yang sengaja dipasang dan memasang / mengusung spanduk sangat besar bertuliskan "bunuh Trump" dan "hadiah besar bagi yang dapat membunuh Trump" menunjukkan sikap tegas rakyat Iran terhadap Amerika Serikat, khususnya kepada Trump.

Yang juga tidak kalah menariknya adalah pembacaan ayat Al-Quran tertentu secara khusus kepada utusan-utusan resmi negara dan kelompok-kelompok (kelompok-kelompok perlawanan) yang hadir dalam acara proses pemakaman Ayatullah Ali Khamenei ini.

Secara umum, pembacaan ayat suci Al-Quran ini menepis fitnahan yang masih terus dan sering dilakukan oleh orang-orang munafik yang menuduh bahwa kalangan Syiah Iran memiliki Al-Quran sendiri yang berbeda dengan mereka.

Secara khusus, pembacaan ayat-ayat suci kepada utusan-utusan resmi negara dan kelompok-kelompok ini untuk menyampaikan pesan kepada mereka guna menyadarkan mereka.

Berikut ini adalah ayat-ayat suci Al-Quran yang disampaikan kepada utusan-utusan resmi negara tersebut yang dilantunkan oleh seorang qori yang ditugaskan yang dibacakan setelah menyambut utusan tersebut dengan tabuhan genderang : 

Kepada utusan resmi dari Arab Saudi, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Imran ayat 13 yang berbunyi : "Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran). Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."

Kepada utusan Hamas Palestina, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Ahzab ayat 23 yang berbunyi : "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu. Mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)."

Kepada utusan Hizbullah Libanon, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Maidah ayat 55-56 yang berbunyi : "Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah). Siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang."

Kepada utusan Houthi Yaman, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Fath ayat 29 yang berbunyi : "Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."

Kepada utusan kelompok Hasy Alsabi dari Irak serta perwakilan tetua suku Irak, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Ahzab ayat 1 yang berbunyi : "Wahai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Kepada kelompok Jihad Islam Palestina dan Gerakan Taliban dari Afganistan, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Fath ayat 1 - 2 yang berbunyi : "Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Nabi Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus."

Kepada utusan resmi pemerintah Libanon yang diwakili Menteri Pertahanan Michel Menasa yang melangkah terpisah maju dari rombongan kelompok Hizbullah, ayat yang dibacakan adalah Surat An-Nisa' ayat 66 yang berbunyi : Seandainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik), “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Seandainya mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, sungguh itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).

Kepada utusan resmi Qatar, ayat yang dibacakan sama dengan yang dibacakan untuk Kelompok Jihad Islam Palestina dan Gerakan Taliban dari Palestina yaitu Surat Al-Fath ayat 1 - 2 yang berbunyi : "Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Nabi Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, menunjukimu ke jalan yang lurus." Namun ayat di atas yang dibaca dimaknai secara berbeda yaitu sebagai pujian terhadap Qatar atas peran negosiasi mereka.

Kepada utusan resmi Turki, ayat yang dibacakan adalah Surat An-Nisa' ayat 95 yang berbunyi : "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, bertabayunlah (carilah kejelasan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, “Kamu bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Demikianlah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Kepada utusan resmi Pakistan, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Isra' ayat 80 yang berbunyi : "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku)."

Kepada utusan resmi Rusia, ayat yang dibacakan adalah Surat Al-Qashash ayat 83 yang berbunyi : "Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Kesudahan (yang baik, yakni surga) itu (disediakan) bagi orang-orang yang bertakwa."

Kepada utusan resmi Cina, ayat yang dibacakan adalah Surat Ali Imran ayat 126 yang berbunyi : "Allah tidak menjadikannya (pertolongan itu) kecuali hanya sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)-mu dan agar hatimu tenang karenanya. Tidak ada kemenangan selain dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Kepada utusan resmi India, ayat yang dibacakan adalah Surat Ali Imran ayat 139 yang berbunyi : "Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin."

Demikianlah ayat-ayat tertentu yang dibacakan kepada masing-masing utusan resmi negara atau kelompok-kelompok perlawanan yang menghadiri prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei.

Kira-kira apa ya ayat yang dibacakan untuk Indonesia jika hadir tepat dalam acara prosesi pemakaman tersebut ???

Bagaimana menurut Anda ???

Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,

Max Hendrian Sahuleka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE